"Saya menolak cukup keras interpretasi media internasional bahwa kemenangan Pilkada merupakan kemenangan muslim garis keras," tegas Thomas, Rabu (26/4).
Meski ia mengakui, ada beberapa kelompok yang memainkan peranan tersebut. Hanya saja, ia menilai akan menjadi berlebihan jika dikatakan sebagai kemenangan muslim garis keras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita janganlah berlebihan menyikapi perkembangan politik seputar Pilkada DKI," imbuhnya.
"Saya diskusi dengan investor mancanegara menyimpulkan tidak berdampak lebih terhadap iklim investasi dan sentimen investor," ungkap Thomas.
Seperti diketahui, tidak hanya media nasional yang memberitakan seputar Pilkada DKI Jakarta, melainkan juga media asing. Di mana salah satunya, yakni Wall Street Journal dengan judul "Hard Line Strain of Islam Gains Ground in Indonesia, World's Largest Muslim Country".
Selain itu, juga ada USA Today yang menuliskan Pilkada DKI Jakarta dengan judul "Muslim Voters Oust Jakarta's Christian Governor", dan SBS Autralia yang berjudul "Jakarta Election: Radical Islam Tested If Ahok Wins".
Sekadar informasi, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal I 2017 naik 36,4 persen menjadi Rp68,8 triliun, dan Penanaman Modal Asing (PMA) naik tipis 0,94 persen menjadi Rp97 triliun.