Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan Rabu (26/4), laba bersih ini ditopang oleh naiknya penjualan perusahaan selama kuartal I sebesar 2,96 persen menjadi Rp22,57 triliun dari sebelumnya Rp21,92 triliun.
Bila dirinci, penjualan dalam negeri memberi kontribusi terbanyak dengan didominasi penjualan sigaret kretek mesin senilai Rp14,7 triliun. Bila dilihat, sigaret kretek mesin bertahan menjadi penyumbang penjualan terbanyak bagi perusahaan. Tahun lalu, penjualan sigaret kretek mesin sendiri sebesar Rp13,65 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara penjualan ekspor tercatat turun hampir 17 persen menjadi hanya Rp120,36 miliar dari sebelumnya Rp144,84 miliar.
Selama periode Januari-Maret 2017, perusahaan tetap berhasil menumbuhkan asetnya dalam tiga bulan ini. Total aset emiten berkode saham HMSP hingga akhir Maret 2017 sebesar Rp51,79 triliun, atau mengalami kenaikan 21,85 persen dari sebelumnya Rp42,5 triliun.
Kinerja positif yang diraih oleh perusahaan ini membuktikan bahwa keputusan pemerintah yang menaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dan cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun ini tidak membuat kinerja salah satu emiten rokok ini turun.
Sebelumnya, analis Panin Sekuritas Frederik Rasali menjamin, Sampoerna dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tetap akan tumbuh karena kuat dari sisi permodalan dan menggengam kapitalisasi pasar terbesar untuk emiten rokok.