Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada Kamis (27/4), kinerja tersebut ditopang oleh lonjakan pendapatan total sebesar 72,22 persen menjadi Rp4,99 triliun, dari Rp2,9 triliun pada kuartal I 2016.
Menariknya, pada pos pendapatan kali ini, kontribusi pendapatan konstruksi meroket hingga 235,17 persen menjadi Rp2,85 triliun dari Rp852,12 miliar di tiga bulan pertama 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dipangkas beban pendapatan tersebut, Jasa Marga mengantongi laba kotor sebesar Rp1,22 triliun, naik tipis dari Rp1,14 triliun. Laba kotor itu kemudian dikurangi beban umum dan beban lain-lain sehingga tercatat laba usaha Rp1,21 triliun, naik dari Rp978,45 miliar.
Sebelumnya, perseroan menyiapkan empat skema untuk menggemukkan pundi-pundi kas perseroan di sepanjang tahun ini. Yakni, pengoperasian enam ruas jalan tol, sekuritisasi aset terhadap pendapatan dari pengoperasian salah satu ruas jalan tol di paruh pertama (future income), divestasi saham dari dua ruas jalan tol dan merilis obligasi sebesar Rp7 triliun pada semester kedua ini.
"Total keseluruhan panjang jalan tol 210 km pada 2017 yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Pengoperasian ruas jalan tol baru ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja keuangan hingga akhir tahun," ujar Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, belum lama ini.