Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo mengungkapkan seiring berjalannya waktu, negara-negara ASEAN terus bertahan dan mampu memperbaiki kerangka kerjanya sebagai ekonomi yang unik dengan visi yang kuat.
"ASEAN siap untuk pindah ke tingkat berikutnya, untuk menjadi ekonomi yang sangat terintegrasi dan kohesif, wilayah yang kompetitif dan dinamis, dengan aktivitas yang disempurnakan serta orientasi yang inklusi. Pada saat yang sama, ASEAN akan benar-benar menjadi pemain global," ujar Agus dalam seminar Global Economic Outlook ASEAN Perspective, Jumat (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proteksionisme dan anti multilateralisme mulai terbentuk, tapi saya percaya ASEAN memiliki cukup pengalaman sejak krisis 1997-1998 untuk tetap waspada," ujarnya.
Sebagai bagian dari ASEAN, Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan di tengah perlambatan ekonomi.
Meskipun ekonomi dunia melambat, perekonomian indonesia mampu melaju 5,02 persen pada tahun 2016 didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan ekspor dan investasi.
"Walaupun ini masih di bawah pertumbuhan historis kita sebesar 5,8 persen pada 2005-2015 tingkat pertumbuhan ini masih disukai dibandingkan dengan negara-negara sebaya. Pertumbuhan ekonomi yang kuat juga didukung oleh lingkungan ekonomi makro yang stabil," pungkasnya.