Direktur Keuangan Timah Emil Ermindra mengatakan, masih minimnya suntikan pendapatan dari anak usaha lantaran beberapa anak usaha masih dibayangi oleh pengendalian beban perusahaan yang besar, misalnya perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah timur Indonesia.
"Jadi, biarkan saya turunkan kontribusinya tapi beban biaya (operasional anak usaha) bisa berkurang juga. Karena saat ini, beban biaya masih dikeluarkan PT Timah untuk anak usaha, ke depan baru jadi beban mereka sendiri," ucap Emil, dikutip Selasa (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, beban pokok pendapatan sepanjang tahun lalu hanya Rp5,87 triliun. Jumlah ini menurun sekitar 5,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang menembus Rp6,19 triliun. Dengan begitu, laba bersih yang berhasil disaring oleh perusahaan mencapai Rp251,69 miliar atau meningkat 147 persen dibandingkan tahun sebelumnya, Rp101,56 miliar.
Di samping mengharapkan peningkatan kontribusi pendapatan kepada induk perusahaan, Timah juga membidik sejumlah rencana investasi dari anak usaha pada tahun ini.
Pertama, penggantian reaktor untuk PT Timah Industri. Kedua, pembebasan lahan dan pemboran nikel untuk PT Timah Investasi Mineral. Ketiga, pembuatan dua unit kapal isap untuk PT DOK & Perkapalan Air kantung.
Keempat, pembangunan gedung rumah sakit baru dan renovasi untuk PT Rumah Sakit Bakti Timah. Kelima, melanjutkan investasi tahun lalu untuk PT Timah Karya Persada Properti. Keenam, penyediaan peralatan peternakan dan perkebunan untuk PT Timah Agro Manunggal.