Arie Ariotedjo sebelumnya menjabat sebagai Direktur Niaga di PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan Presiden Direktur di PT Medco Energi Mining Internasional.
Selain Tedy, pemegang saham juga memberhentikan beberapa jabatan seperti Zaelani dari jabatan Komisaris, Agus Zamzam Jamaluddin dari jabatan Direktur Operasi, juga I Made Surata yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Human Capital and Corporate Responsibility.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan jajaran direksi tersebut dilansir sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memuluskan proses pembentukan induk usaha (holding) tambang yang ditargetkan rampung tahun ini.
Tahun lalu penjualan emiten tambang ini tercatat Rp9,11 triliun atau turun 13,48 persen dibandingkan dengan 2015 yang sebesar Rp10,53 triliun.
Meski mencatatkan laba, perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham.
Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramudhito mengatakan keputusan tersebut diambil mengingat kecilnya nilai dividen jika dipukul rata per sahamnya.
"Jika dibagikan nilainya hanya Rp0,8 per saham. Kecil sekali. Untuk 2016 kemarin adalah turning point setelah kemarin sempat merugi. Jadi lebih baik laba di-retain untuk pengembanban perusahaan," ujarnya.