Jika dibandingkan kinerja laba industri, maka laba Victoria Insurance anjlok cukup dalam. Otoritas Jasa Keuangan mencatat, per Maret 2017, laba perusahaan asuransi jiwa turun tipis dari Rp1,1 triliun menjadi Rp1,04 triliun.
Direktur Utama Victoria Insurance Loekito Saggitariono mengungkapkan, selain karena belum pulihnya kondisi perekonomian, penurunan laba juga terjadi akibat membengkaknya klaim (bruto) sepanjang Januari-Maret 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari Rp2,46 miliar menjadi Rp4,15 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan klaim tersebut, lanjut Loekito mendorong lonjakan pencadangan atas klaim yang telah terjadi tetapi belum dilaporkan. Hal itu terlihat dari nilai perubahan bruto liabilitas asuransi dari positif Rp33,38 juta menjadi minus Rp3,6 miliar.
Ke depan, Loekito optimistis perusahaan bisa mencapai target laba tahun ini yang mencapai lebih dari Rp9 miliar. Pasalnya, kinerja asuransi umum tahun ini akan membaik seiring dengan menggeliatnya kinerja sektor perbankan.
Kemudian, perusahaan juga melakukan reasuransi seluruh pertanggungan yang ada di perusahaan.
"Dengan kondisi seperti ini, penyebaran risiko yang dilakukan bisa menekan beban klaim yang kami terima," jelasnya.