"Kita sekarang sudah terus mendapatkan kepastian bahwa (suku bunga The Fed) di Juni akan naik dan itu bagus karena komunikasi dilakukan dengan baik," tutur Gubernur BI Agus DW Martowardojo saat ditemui di Kompleks BI, Jumat (12/5).
Pada pertemuan bank sentral se-Asia di Yokohama, Jepang, pekan lalu, Agus mengaku telah berbicara dengan perwakilan The Fed terkait rencana kebijakan moneter yang akan diambil, termasuk soal rencana kenaikan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita sudah harus bersiap diri terhadap kondisi di mana terjadi kenaikan FFR dan dolar AS dan ini tentu berdampak terhadap stabilitas keuangan karena akan dilakukan dua, tiga tahun ke depan kenaikan itu," ujarnya.
Seiring rencana kenaikan suku bunga oleh The Fed, Agus pun menilai penurunan suku bunga kredit masih akan memerlukan waktu. Penurunan bunga kredit menurut dia, akan bergantung proses konsolidasi perbankan, serta permintaan kredit.
"Kalau nanti konsolidasi di perbankan sudah lebih baik dan menyesuaikan tingkat bunga, tentu (penurunan bunga kredit) akan dilakukan," ujarnya.
Sementara itu, hingga kuartal pertama tahun ini, penyaluran kredit perbankan tercatat sebesar 9,2 persen (yoy), membaik dibandingkan pertumbuhan kredit di akhir tahun lalu sebesar 7,87 persen. Tahun ini, BI menargetkan pertumbuhan kredit perbankan dapat berada dikisaran 10-12 persen.
higga
Saat ini, pertumbuhan kredit masih di level satu digit. Namun demikian, awal tahun ini, permintaan kredit sudah mulai membaik. Berdasarkan data OJK, pertumbuhan kredit pada kuartal I 2017 mencapai 9,2 persen.