Chief Executive Officer Citibank Batara Sianturi mengatakan, hal itu dilakukan mengingat Citibank menjadi salah satu bank yang ditunjuk pemerintah sebagai gateway penampung dana repatriasi dari program pengampunan pajak atau tax amnesty.
Pasalnya, dalam tiga tahun ke depan, Citibank wajib memastikan dana repatriasi yang telah masuk ke Indonesia terkunci di pasar keuangan Indonesia dan tidak kabur lagi ke negara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga, ini memberikan lagi diversifikasi aset nasabah wealth management kami. Apalagi, setelah selesainya tax amnesty di akhir kuartal I dan dimulainya 3 year lock up period untuk dana-dana tax amnesty yang tentu membutuhkan yield dan return yang baik selama dana-dana itu dikunci," ujarnya, Senin (15/5).
Ia memprediksi, ke depan, nasabah pasti akan mencari produk yang lebih memiliki nilai tambah. Saat ini, diakuinya mayoritas dana tax amnesty masih mengendap di produk tabungan, giro, dan deposito.
Menurutnya, reksa dana merupakan produk alternatif yang tepat seiring dengan tren penguatan pasar saham. Ia meyakini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat mencapai 6150 hingga akhir tahun nanti.
"Saat ini, kami melihat ada kemungkinan investasi reksa dana dilakukan oleh perusahaan kecil dan menengah. Sehingga, ini memberikan kemungkinan satu diversifikasi untuk nasabah dan klien yang ingin berivestasi di equity dalam bentuk reksa dana," jelasnya.