Ia mengatakan, investasi Italia diproyeksi datang dari berbagai sektor, antara lain pariwisata, termasuk perhotelan, industri makanan dan minuman, pakaian, hingga energi.
"Kalau Italia kekuatannya di bidang pariwisata dan industri gaya hidup (makanan, minuman, dan pakaian). Kebetulan, tahun ini, kami sedang menggalakkan industri-industri itu. Jadi, sangat relevan," ujar Ikmal, seperti dilansir Antara, Selasa (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga harus bangun infrastruktur pendukung untuk industri pariwisata. Kita undang investor-investor, termasuk pengusaha Italia untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata," imbuhnya.
"Nilainya sebesar US$28 juta di bidang energi terbarukan, terutama solar. Sayangnya, proyek detailnya belum disampaikan kepada kami. Mereka juga memanfaatkan pasar Indonesia terkait industri makanan maupun minuman maupun otomotif," tutur Ikmal.
The Italian House-Ambrosetti bekerja sama dengan Associazione Italia-ASEAN menyelenggarakan edisi pertama Pertemuan Tingkat Tinggi Hubungan Ekonomi ASEAN-Italia yang berlangsung pada Senin hingga Selasa (15-16 Mei) di Hotel Shangrila Jakarta.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Italia, Enrico Letta dan dihadiri oleh 100 pengusaha Italia, serta perwakilan negara-negara anggota ASEAN.