Dikutip dari Reuters, Energy Information Administration (EIA) AS melaporkan bahwa persediaan minyak negara Paman Sam itu turun 1,8 juta barel pada pekan lalu, lebih kecil dari perkiraan sebesar 2,4 juta barel. Adapun persediaan bensin dan produk distilasi juga menurun.
Meski demikian, produksi minyak AS telah menanjak 10 persen sejak pertengahan 2016 ke angka 9,3 juta barel per hari. Angka ini telah mendekati raihan produsen minyak jumbo seperti Rusia dan Arab Saudi. EIA sendiri memperkirakan produksi minyak AS akan menyentuh 10 juta barel per hari pada akhir tahun 2018 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, OPEC dan beberapa produsen minyak utama lainnya akan bertemu di Wina, Austria pada pekan depan untuk memastikan perpanjangan pembatasan produksi. Sebelumnya, organisasi kartel minyak itu sepakat untuk mengurangi produksi 1,8 juta barel per hari sepanjang semester pertama 2017.