"Di tengah tantangan-tantangan yang ada, utamanya kondisi geografis, jarak, dan sarana yang harus dilewati, kami bahagia dan bangga bisa menerangi daerah di Papua," ujar Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto WS, mengutip ANTARA, Jumat (26/5).
Target kelistrikan sepanjang tahun ini, sambung dia, merupakan sebagian dari tugas PLN dalam mengalirkan listrik ke sekitar 2.500 desa dan sembilan ibukota kabupaten di Papua dan Papua Barat mulai 2016 lalu hingga 2019 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun, terdapat kendala-kendala yang salah satunya mobilisasi material, namun kami akan terus berupaya agar masyarakat-masyarakat di pedalaman Papua dapat menikmati listrik seperti di daerah-daerah lainnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Distrik Fef Yosep Yewen mengatakan, saat ini, wilayahnya masih gelap dengan penerangan hanya menggunakan damar atau pelita.
"Semoga dengan adanya listrik ini dapat membantu aktivitas baik pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan. Harapan kami, ke depan listrik dapat beroperasi selama 24 jam," pungkasnya.