"Kita sudah mendengar komitmen bagaimana pemerintah menjaga masing-masing sektor dan bahkan diyakini pasokannya ada. Yang penting, masyarakat tetap tenang, tidak melakukan belanja yang berlebihan sehingga harga tetap terjaga," tutur Agus di kompleks BI, Jumat (2/6).
Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis tingkat harga sepanjang Mei mengalami inflasi 0,39 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Realisasi itu sedikit lebih tinggi dari prediksi BI yang berkisar 0,37 persen. Adapun inflasi tahun kalender (year to date/ytd) tercatat sebesar 1,67 persen dan inflasi tahunan sebesar 4,33 persen (year on year/yoy).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, permintaan bahan pangan pada periode ramadan dan lebaran biasanya masih akan mengalami kenaikan dan bisa memberikan tekanan terhadap inflasi bulan ini. Untuk itu, menurut Agus, BI dan pemerintah akan terus berkoordinasi untuk menjaga tingkat inflasi bahan pangan. Hal itu akan dilakukan dengan memastikan jumlah pasokan dan distribusi ke pasar.
Selain itu, inflasi Juni 2017 juga akan disumbang oleh kenaikan biaya transportasi udara mengingat bulan depan akan memasuki periode mudik dan libur sekolah.
Secara umum, Agus menilai realisasi inflasi Mei masih dalam kategori terkendali. Namun, BI dan pemerintah harus bekerja keras untuk menjaga inflasi di akhir tahun berada dalam kisaran target BI yaitu empat plus minus satu persen.
"Kami kok melihat bahwa (inflasi Mei) ini terjaga dan akan sesuai dengan target di 2017 ada di kisaran empat plus minus satu persen," ujarnya.