Direktur Keuangan Mandiri Inhealth Armendra mengatakan, pertumbuhan laba bersih ditopang oleh kenaikan Gross Written Premium (GWP) sebesar 45 persen atau menjadi Rp903 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp622 miliar.
Kenaikan GWP ini disebabkan oleh kontribusi produk managed care atawa asuransi kesehatan yang menekankan pada pengelolaan biaya. Lini bisnis ini mendominasi premi hingga 58,9 persen dari total premi anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, dan PT Asuransi Jasindo (Persero).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, produk managed care memang produk unggulan Mandiri Inhealth, di mana perusahaan menggunakan skema Coordination of Benefit (CoB) yang dikerja samakan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hingga April 2017, terdapat 1,4 juta peserta dari 1084 badan usaha yang menggunakan produk managed care Mandiri Inhealth.
Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini, fokus utama Mandiri Inhelth adalah meningkatkan penjualan dengan kualitas yang mumpuni. Dengan demikian, ia yakin kinerja perusahaan akan positif.
"Dengan mendorong seluruh insan Mandiri Inhealth untuk mendukung semua upaya perusahaan, saya optimistis kinerja perusahaan akan terus bertumbuh," tutur Armendra.