Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, seluruh produksi lapangan kelolaan perusahaan terbilang fluktuatif, namun cenderung stabil di kisaran angka target produksi. Dari lima aset kelolaan perusahaan, saat ini Pertamina EP Aset 4 dianggap sebagai wilayah kerja (WK) yang sudah mencapai target.
Meski demikian, Nanang mengaku, target produksi perusahaan akhirnya tak mencapai target pada tahun lalu. Pasalnya, ada beberapa sumur yang dibor di akhir tahun lalu, tetapi belum menunjukkan hasil yang diinginkan. Namun, ia optimistis target produksi pada tahun ini bisa mencapai target.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencapai target produksi sesuai RKAP, perusahaan akan melakukan percepatan dan penambahan rencana kerja seperti pengeboran, kerja ulang sumur (workover), hingga percepatan penyusunan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) bagi sumur-sumur eksplorasi.
Nanang mengatakan, seluruh proyek Pertamina masih berjalan dan sudah ada yang beroperasi. Dia mencontohkan proyek Matindok yang ditargetkan berproduksi penuh akhir Juni 2017 dengan kapasitas 50 MMSCFD.
"Matindok sudah commisioning, bahkan pernah kami lakukan penjualan. Tapi karena ada yang belum sinkron, kami adakan perbaikan. Pada 4 Juni, kami mulai lagi produksi dengan gross 65 MMSCFD, produksi bersihnya (nett) 55 MMSCFD," katanya.
Karena perusahaan belum mencapai target produksi tahun ini, menurut dia, perusahaan perlu melakukan efisiensi agar laba bisa tetap kinclong. Beberapa efisiensi yang dilakukan adalah mengevaluasi biaya yang tidak langsung berhubungan dengan produksi, biaya operasional, dan renegosiasi kontrak dengan perusahaan jasa migas.
"Kami lakukan renegosiasi, biar sama-sama bangkit dari kondisi saat ini. Kegiatan itu kedepan akan terus dilakukan, biar profit terjaga karena produksi belum tercapai," imbuhnya.
"Upaya perusahaan agar mencapai target adalah dengan percepatan dan penambahan rencana kerja dalam rangka mencapai produksi 100 ribu barel per hari," pungkasnya.
Sebagai informasi, Pertamina EP membukukan pendapatan sebesar US$802 juta atau 28,54 persen dari target tahun ini sebesar US$2,81 miliar. Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat US$192 juta atau 32,21 persen dari target laba bersih sebesar US$596 juta hingga akhir tahun mendatang.