Direktur Fast Food Justinus Dalimin Juwono mengatakan, untuk memenuhi pembukaan gerai baru, perseroan akan melakokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp300 miliar-Rp350 miliar. “Dana ekspansi seluruhnya dari kas internal,” ujarnya, Kamis (8/6).
Hingga awal Juni ini, perusahaan telah membangun belasan gerai dan KFC Box. Yang terbaru, perseroan membuka satu gerai KFC di Bali. "Kami masih akan buka beberapa di kuartal III dan awal kuartal IV untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut," imbuh Justinus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, kami tambah di lima hingga enam kabupaten/kota baru," terangnya.
Lihat juga:Grup Indofood Tambah Pasokan Selama Ramadan |
Selain membuka gerai di jaringan baru, perseroan juga akan merelokasi empat hingga lima gerai yang ada saat ini (existing). Hal itu dikarenakan masa sewa dari beberapa gerai itu sudah habis dan penjualannya dinilai kurang memuaskan.
Lebaran jadi Puncak Penjualan
Emiten berkode FAST ini berharap puncak penjualan terjadi pada perayaan lebaran. Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, tren penjualan saat ramadan dan libur lebaran meningkat sekitar 15 persen-20 persen dibanding bulan-bulan biasanya.
Untuk mendongkrak penjualan pada momentum ramadan dan lebaran, perseroan akan membuka tiga gerai dalam waktu dekat ini. Salahsatunya akan terletak di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta.
Tak cuma itu, perseroan juga telah mempersiapkan produk khusus ramadan untuk mendorong penjualan. Misalnya, menu dengan rasa kare dan tanpa kare.
Diluar ramadan, perusahaan juga akan merilis kembali produk KFC Cheese, mengingat banyaknya permintaan. Rencananya, rilis KFC Cheese akan dilakukan pada pertengahan Agustus ini.
“Misalnya, keluarkan produk burger, tapi ternyata masyarakat tidak terlalu antusias, masih sukanya ayam. Ya jangan diperbesar pasokannya," ucap Reza.
Terkait pertumbuhan selama ramadan dan lebaran sebesar 15 persen-20 persen, Reza menilai wajar untuk emiten ritel. Fast Food memiliki keuntungan tersendiri karena menjadi satu-satunya perusahaan junk food yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).