Menurut survei tersebut, 97,1 persen responden di Indonesia menyatakan paling merasa puas dengan kesempatan dan fasilitas berbelanja online yang telah tersedia. Kemudian diikuti dengan India sebesar 94,3 persen dan Malaysia sebesar 92,6 persen. Mayoritas konsumen di Asia Pasifik, khususnya di India, Indonesia, China, Australia, dan Selandia Baru juga merasa aman dalam melakukan belanja online.
"Meskipun penelitian kami menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen merasa aman dalam berbelanja online, kita tidak boleh menghentikan fokus untuk terus mengembangkan solusi-solusi yang mampu menghilangkan kekhawatiran konsumen mengenai keamanan dan kenyamanan pembayaran," kata Senior Vice President Mastercard Asia Pasifik Ben Gilbey di kutip dari Antara, Jumat (9/6)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun negara yang mayoritas respondennya telah melakukan pembelian online dalam kurun waktu tiga bulan sebelum di survei, dipimpin oleh Korea sebesar 96,7 persen, India sebesar 95,8 persen, dan Jepang sebesar 95 persen.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada empat negara yang lebih menganggap situs jejaring sosial lebih berpengaruh dibanding rekomendasi lisan. Empat negara tersebut, yakni Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.
Adapun untuk mendorong pertumbuhan e-commerce di kawasan tersebut, banyak hal yang dinilai masih dapat dilakukan untuk meningkatkan pengalaman berbelanja. Hal tersebut, yakni biaya pengiriman gratis atau murah, jaminan bahwa transaksi yang dilakukan aman, dan pengurangan gangguan dalam proses transaksi.
"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumen di kawasan Asia Pasifik menginginkan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik saat berbelanja online," katanya.