Sekretaris Perusahaan Patra Niaga Rudy Permana mengatakan, perseroan telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk memastikan kelancaran operasional yang melibatkan awak mobil tangki dari PT Garda Utama Nasional, PT Ceria Utama Abadi, PT Absolute Service, PT Prima Perkasa Mandiri, PT Ardina Prima, dan PT Cahaya Andika Tamara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perusahaannya juga akan melakukan strategi alih suplai antar Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) demi mengantisipasi potensi gangguan operasional yang mengganggu pasokan BBM nasional. Di saat yang bersamaan, ia memastikan stok BBM nasional masih bisa memenuhi kebutuhan nasional, yaitu rata-rata di atas 20 hari dari kebutuhan normal.
Rudy memastikan, 4P telah menyiapkan jumlah personil yang ditingkatkan secara khusus. Sebagai contoh, area Jabodetabek yang dilayani oleh Terminal BBM Jakarta Group, Plumpang, telah menyiapkan lebih dari 1.250 karyawan 4P yang bertugas sebagai awak mobil tangki, serta 200 awak mobil tangki penyokong dari sipil, TNI, dan Polri.
Angka itu melebihi kebutuhan harian normal yakni 1.190 orang di luar bulan ramadan. Selain itu, persiapan yang sama juga berlaku di seluruh perusahaan 4P di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Indonesia bagian timur.
Menurut data Kementerian ESDM per 17 Juni 2017, stok premium dan pertalite tercatat di angka 22,37 hari. Sementara, stok solar tercatat di angka 26,8 hari di periode yang sama.