"Laporan panja [panitia kerja] tentang defisit, pembiayaan fiskal, dan laporan R-APBN 2018 bisa disepakati. Sepakat," ujar Wakil Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin di Gedung DPR, Rabu (5/7).
Adapun asumsi makro dalam R-APBN 2018 yang disepakati, yaitu pertumbuhan ekonomi direntang 5,2 persen sampai 5,6 persen, inflasi sebesar 2,5 persen sampai 4,5 persen, nilai tukar atau kurs rupiah sebesar Rp13.300 sampai Rp13.500 per dolar Amerika Serikat (AS), dan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan sebesar 4,8 persen sampai 5,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, tingkat kemiskinan sebesar 9,5 persen sampai 10 persen, gini ration di level 0,38, dan tingkat pengangguran sebsar 5,0 persen sampai 5,3 persen.
"Kami ingin sasarannya tidak hanya pada bawang merah tapi juga bawang putih. Karena Indoenesia sekarang ini banyak impor bawang putih. Jadi, harus diperhatikan," kata Aziz.
Dengan dua usulan tersebut, dari sisi pemerintah, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah menyetujui masukan dari Banggar tersebut.
"Kami tidak keberatan, kami menyetujui untuk ditambahkan (kedua usulan dari Banggar). Tapi kami akan akomodir dengan Menteri Pertanian juga," kata Bambang pada kesempatan yang sama.
Usai mendapat persetujuan dari Komisi XI dan Banggar DPR, R-APBN 2018 akan diteruskan ke tingkat paripurna dalam beberapa waktu mendatang. Sedangkan di saat yang bersamaan, pemerintah juga turut merampungkan pembahasan APBN Perubahan 2017.