"Saya selau bicara dengan Bu Menkeu [Menteri Keuangan Sri Mulyani] atau barengan dengan bapak Presiden [Joko Widodo]. Menkeu selalu menekankan kepada saya bahwa 'Bu Rini, capex Bu Rini ini masih belum sampai [maksimal] loh. Belum tinggi loh, kalau enggak, pertumbuhan ekonomi kita enggak sampai," tutur Rini di kantornya, Jumat (7/7).
Rini mengungkapkan, tanggung jawab BUMN tidak hanya sekedar membayar dividen dan pajak kepada negara. Namun, BUMN juga harus berinvestasi demi memberikan kontribusi positif pada perekonomian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau perekonomian Indonesia ini tidak tumbuh secara positif, kami bisa disalahkan. Itu saya peringatkan, dan itu saya ingin ingatkan terutama kepada direksi BUMN," ujarnya.
"Ini yang harus kami kejar terus. Memang salah satu persoalan, dalam beberapa hal pembebasan lahan, dan izin-izin yang belum keluar," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rini juga mengingatkan agar perusahaan pelat merah mampu menjaga asetnya. Tahun ini, pertumbuhan aset BUMN diperkirakan bisa mencapai Rp7.035 triliun atau naik sekitar 11 persen dari realisasi tahun lalu, Rp6.325 triliun.
"Jangan sampai kita kehilangan aset kayak Hotel Borobudur, seperti Grand Indonesia," pungkasnya.