Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pembelian elpiji melon tahun depan rencananya hanya bisa menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Selain pembelian elpiji, KKS ini juga berisikan manfaat bantuan sosial lain seperti program keluarga harapan (PKH) dan beras untuk keluarga sejahtera (Rastra).
Namun, angka usulan penerima subsidi elpiji, PKH, dan Rastra terbilang berbeda. Untuk tahun depan, penerima subsidi elpiji melon terbilang 25,7 Kepala Kelurga. Namun, terdapat pula 15,5 juta KK penerima Rastra dan 10 juta penerima PKH di tahun yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan belum ditentukannya jumlah penerima subsidi elpiji, Khofifah bilang saat ini angka subsidinya pun belum bisa dipastikan. Menurutnya, hal itu merupakan ranah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Kalau di sini, saya hanya memastikan bahwa Kartu Keluarga Sejahtera sudah siap," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto mengatakan, seharusnya tidak ada masalah dalam hal data. Pasalnya, usulan penerima subsidi elpiji masih tercatat 25,7 juta KK atau sejumlah masyarakat rentan miskin yang tercatat 40 persen dari populasi.
"Ini bukan masalah data, ini masalah mekanismenya. Masing-masing institusi punya anggaran masing-masing, sedangkan semua bantuan ini rencananya mau dimasukkan ke satu kartu saja. Ini bagaimana mengaturnya," katanya.
Sekadar informasi, volume elpiji bersubsidi tahun depan rencananya berkisar di angka 6,95 juta ton hingga 7 juta ton sesuai RAPBN 2018. Adapun hingga bulan Juni 2017, realisasi penyaluran elpiji 3 kg mencapai 3,09 juta ton atau 51,5 persen dari target APBN tahun ini sebanyak 6 juta ton.