"Mungkin kami ikut (sindikasi LRT) Rp2 triliun," tutur Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Kamis (27/7).
Jahja mengungkapkan, perseroan tertarik untuk ikut membiayai proyek LRT karena proyek tersebut dijamin oleh pemerintah. Sebelumnya, BCA juga telah ikut sindikasi untuk proyek kelistrikan yang dikerjakan PT PLN sebesar Rp3 triliun dari total nilai sindikasi Rp12 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga paruh pertama tahun ini, penyaluran kredit perseroan berhasil tumbuh 11,9 persen menjadi Rp433 triliun. Penopang terbesarnya adalah kredit korporasi yang berhasil tumbuh 18,7 persen menjadi Rp160, 7 triliun. Jahja menduga kenaikan kredit korporasi seiring dengan mulai berjalannya proyek-proyek infrastruktur.
Selain BCA, bank jumbo pelat merah juga telah memastikan akan ikut dalam kerja sama sindikasi proyek LRT Jabodebek. Salah satunya, PT Bank Mandiri Tbk yang menyiapkan pinjaman sekitar Rp4 triliun.
"Per bank mungkin Rp 2 triliun hingga Rp5 triliun, tergantung size bank dan tergantung minatnya tetai kalau bank anchor seperti kami, kami menyiapkan sekitar Rp4 triliun-an," tutur Direktur Utama Bank Mandiri beberapa waktu lalu.
Nilai proyek LRT sendiri masih dihitung. Pria yang akrab disapa Tiko ini memperkirakan kebutuhan pembiayaan proyek dalam bentuk pinjaman bank berkisar Rp13 triliun hingga Rp18 triliun.