Rencananya, perusahaan bersama PT KAI akan mengembangkan dua proyek angkutan kereta baru pada lokasi tambang di Tanjung Enim ke Prajan dan Kramasan. Kedua proyek tersebut diperkirakan bisa menambah kapasitas angkut batu bara sebanyak 15 juta metrik ton per tahun mulai 2022 mendatang.
Di samping itu, ada pula proyek perluasan (ugrading) kapasitas angkut kereta api antara Tanjung Enim-Kertapati dan Tanjung Enim-Tarahan. Kedua jalur ini diharapkan juga bisa menambah kapasitas angkut batu bara sebesar 8,3 juta metrik ton di tahun 2020 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, jalur kereta api ini cukup krusial di dalam penambahan produksi perusahaan. Pasalnya, kereta api merupakan satu-satunya angkutan yang bisa mengangkut batu bara dari lokasi tambang ke pelabuhan.
Menurutnya, saat ini pun perusahaan sebenarnya bisa saja berproduksi hingga 60 juta ton. Namun, jika tidak bisa diangkut menggunakan kereta api, maka akan ada stok dalam jumlah besar. Namun, jika batu bara tak segera diangkut, kualitasnya menjadi tidak mumpuni.
"Tentu ini perlu disesuaikan dengan kemampuan angkutan kereta. Kami revisi target setelah melakukan konsinyering dengan KAI, dan hasilnya, kami akhirnya revisi target dari 24 juta ke 21,92 juta saja sekarang," imbuhnya.
Agar proyek-proyek angkutan baru berjalan lancar, perusahaan juga telah melakukan adendum kontrak kerja sama dengan KAI untuk penggunaan jalur kereta api hingga tahun 2021 mendatang. "Karena kereta api ini penting untuk kinerja, makanya kami lakukan penandatanganan kontrak lagi," pungkasnya