Laba Induk Starbucks Indonesia Turun 53 Persen di Semester I

Agustiyanti, CNN Indonesia | Selasa, 01/08/2017 08:00 WIB
Laba Induk Starbucks Indonesia Turun 53 Persen di Semester I Pada semester pertama tahun ini, penjualan MAP Boga tercatat masih mengalami peningkatan dari Rp742 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp879 miliar. (Adrianna Calvo via Pexels)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT MAP Boga Adiperkasa Tbk mencatatkan laba bersih pada sepanjang semester pertama tahun ini sebesar Rp20,53 miliar, turun 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) Rp43,81 miliar.

Pada semester pertama tahun ini, penjualan perseroan tercatat masih mengalami peningkatan dari Rp742 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp879 miliar. Laba kotor perseroan juga tercatat masih meningkat dari Rpp 532,44 miliar menjadi Rp635,58 miliar.

Namun, beban penjualan, beban umum dan beban keuangan perseroan tercatat mengalami peningkatan sehingga menyebabkan laba sebelum pajak turun dari Rp60,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp35,93 miliar. Alhasil, laba bersih perseroan pun ikut terpangkas.
Berbanding terbalik, induk usaha perseroan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) justru membukukan laba bersih pada paruh pertama tahun ini Rp175 miliar, melesat 278 persen (yoy) dibanding periode yang sama tahun Rp46,3 miliar.


Pada semester pertama tahun ini, pendapatan MAP naik 15,8 persen menjadi Rp7,7 triliun. Adapun laba usaha perseroan naik 58,8 persen menjadi Rp354,4 miliar.

Head of Corporate Communication MAP Fetty Kwartati guna mendorong kinerja perseroan ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan sinergi pada seluruh bisnis MAP. Saat ini, bisnis MAP terdiri dari fesyen, Food and Beverage (F&B), Department Stores, MAPeMall (eCommerce), MAP Club (loyalty program), pabrik garmen, MAP Gift Voucher dan MAP Retail School.

“Perusahaan telah meraih momentum positif secara menyeluruh. Kami terus berupaya meningkatkan sinergi dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi di seluruh bagian MAP," ujar Fetty dalam keterangan resmi dikutip, Selasa (1/8),
Menghadapi semester kedua tahun ini, menurut Fetty, pihaknya akan terus mengimplementasikan strategi pertumbuhan pada tahun ini. "Kami berharap berbagai inisiatif utama ini dapat menghasilkan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi MAP," terangnya.