Sekretaris Jendral Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Susan Herawati menyebut, pemerintah seharusnya memiliki opsi jangka panjang terkait kelangkaan garam ini tanpa harus mengambil jalan pintas dengan cara mengimpor dari negara lain.
"Pemerintah seperti menafikan permasalahan substansi dari krisis garam hari ini. Artinya ada situasi dan kondisi buruk dari pergaraman Indonesia yang perlu segera diperbaiki, yaitu intervensi teknologi berbiaya murah untuk produksi dan pengolahan garam” kata Susan saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (1/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daripada sibuk melakukan impor, kenapa tidak mencari solusi yang tepat, berguna untuk jangka panjang. Kita impor setiap tahun, dalih anomali cuaca saya kira tak berdasar," kata dia.
"Akibatnya, tak sedikit petambak garam yang beralih profesi menjadi buruh-buruh kasar di berbagai kota di Indonesia. Negara kepulauan yang tidak punya petambak, justru penuh buruh kasar. Saya rasa ini mimpi buruk," kata Susan.
Lihat juga:Polemik Garam di Negeri Maritim |
Hal ini pun menurut Susan merupakan imbas dari kebijakan impor garam yang berimplikasi besar terhadap penurunan jumlah petambak garam di Indonesia.
"Kita impor tiap tahun, tak ada solusi justru malah mengikis harapan produksi dan swasembada bagi para petambak ini," kata Susan.