MNC Kapital Gandeng Bank Banten Perluas Layanan Nasabah

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Selasa, 15/08/2017 02:11 WIB
MNC Kapital Gandeng Bank Banten Perluas Layanan Nasabah Lewat kerja sama ini, maka Bank Banten dapat menggunakan menggunakan layanan jasa keuangan di tujuh unit bisnis MNC Kapital. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT MNC Kapital Indonesia Tbk menandatangani kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten terkait penyediaan jasa keuangan bisnis kedua entitas tersebut.

Direktur Utama MNC Kapital Indonesia Andrew Haswin menjelaskan, dengan kerja sama ini maka Bank Banten dapat menggunakan layanan jasa keuangan MNC Kapital.

MNC Kapital diketahui memiliki tujuh unit bisnis, yakni MNC Bank, MNC Life, MNC Insurance, MNC Finance, MNC Leasing, MNC Sekuritas, dan MNC Asset Management.


Dengan demikian, ada berbagai bentuk kerja sama yang dibentuk setelah keduanya meneken nota kesepahaman, seperti penempatan dana, pembiayaan proyek, dan bancassurance.

"Kami akan mengoptimalkan kerja sama ini dengan mengkonsolidasikan berbagai produk dan layanan dari tujuh unit bisnis MNC Kapital dengan produk yang ada di Bank Banten," ujarnya, Senin (14/7).

Kendati baru melakukan penandatanganan nota kesepahaman, Andrew mengaku, pihaknya telah beberapa kali bekerja sama dengan Bank Banten. Kerja sama itu secara spesifik dilakukan dengan MNC Leasing dan MNC Finance.

"Jadi, ke depannya akan kerja sama dengan MNC Grup pada umumnya," imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa menyebut bahwa sebagai bank baru perusahaan berharap dapat lebih berkembang dengan kerja sama ini. Sehingga, aset perusahaan bisa tumbuh.
"Semoga kami bisa mengejar bank-bank lain dan kembangkan aset kami," jelasnya.

Terkait kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya dengan MNC Leasing, Fahmi menjelaskan, kerja sama tersebut berbentuk pembiayaan oleh Bank Banten kepada nasabah MNC Leasing.

Bank Banten menargetkan pertumbuhan aset menjadi Rp30 triliun-Rp40 triliun. Sementara, laba bersih diproyeksi mencapai Rp5 miliar. "Kalau tahun lalu kan rugi, tapi sekarang secara keseluruhan bisa laba, potensi besar sekali," pungkas Fahmi. (bir)