Jokowi Anggarkan Rp409 Triliun untuk Infrastruktur 2018

Agustiyanti, CNN Indonesia | Rabu, 16/08/2017 14:40 WIB
Jokowi Anggarkan Rp409 Triliun untuk Infrastruktur 2018 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapat jatah anggaran paling besar terkait pembangunan infrastruktur pada tahun depan, yakni mencapai Rp104,2 triliun naik 2,6 persen dari anggaran APBNP 2017. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ambisi Presiden Joko Widodo untuk mengebut pembangunan infrastruktur terbaca dalam proyeksi anggaran tahun depan. Pembangunan infrastruktur secara konsisten memang menjadi fokus pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam draf Nota Keuangan RAPBN 2018 yang diperoleh CNNIndonesia.com, disebutkan besaran anggaran infrastruktur tahun depan diperkirakan mencapai Rp409 triliun yang terdiri dari infrastruktur ekonomi sebesar Rp395,1 triliun, infrastruktur sosial Rp9 triliun dan dukungan infrastruktur Rp4,9 triliun.

Peningkatan anggaran tersebut secara umum disebabkan antara lain oleh peningkatan alokasi pada Kementerian/Lembaga (K/L) bidang infrastruktur, Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Infrastruktur, dan investasi pemerintah untuk infrastruktur.

Jika dilihat lebih rinci, tercatat pemerintah menganggarkan anggaran sebesar Rp161,2 triliun dalam RAPBN 2018 untuk belanja sejumlah Kementerian dan Lembaga yang bergerak khusus di bidang infrastruktur.


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapat jatah anggaran paling besar yakni hingga Rp104,2 triliun naik 2,6 persen dari anggaran APBNP 2017.

Sementara Kementerian Perhubungan dialokasikan anggaran sebesar Rp44,2 triliun naik 8,3 persen dari APBNP 2017 yang sebesar Rp40,8 triliun.

Di samping itu terdapat Kementerian Pertanian dan ESDM yang masing-masing mendapatkan alokasi anggaran mencapai Rp1,4 triliun dan Rp2,8 triliun dalam RAPBN 2018.

Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan alokasi tahun ini yang masing-masing sebesar Rp2,5 triliun untuk Kementerian Pertanian dan Rp3,1 triliun untuk Kementerian ESDM.

Adapun melalui anggaran tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah sasaran pembangunan infrastruktur dalam RAPBN 2018. Untuk bidang konektivitas, target pembangunan antara lain 865 km ruas jalan baru dan 25 km ruas jalan tol, serta bandar udara baru di 15 lokasi.

Untuk kereta api, pemerintah menargetkan pembangunan jalur kereta api sepanjang 639 km dan Light Rail Transit (LRT) sepanjang 23 km.

Kemudian untuk kedaulatan pangan, fokus infrastruktur tahun depan akan diarahkan antara lain untuk pembangunan jaringan irigasi sepanjang 781 km dan bendungan sebanyak 47 unit.

Di bidang perumahan, air minum dan sanitasi pembangunan infrastruktur akan diarahkan antara lain untuk pembangunan 7.062 unit rusun, dan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk 180 ribu unit serta sanitasi air limbah untuk 853 ribu kk.

Kendati demikian, pemerintah tidak sepenuhnya bisa mengandalkan APBN sebagai sumber utama pembiayaan infrastruktur. Tahun depan, pemerintah tetap mencanangkan beberapa skema kerja sama salah satunya melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) melalui dukungan kelayakan viability gap fund (VGF).

VGF akan diberikan kepada proyek infrastruktur yang dibangun dengan skema KPBU dan bertujuan meningkatkan kelayakan finansial proyek.