Pantauan CNNIndonesia.com, harga saham emiten berkode TLKM itu ditutup di level Rp4.750 per saham. Angka tersebut turun 20 poin atau 0,42 persen setelah bergerak dalam rentang Rp4.720 - Rp4.770 per saham.
Namun, menurut Analis Recapital Sekuritas Kiswoyo Adi Joe menyebutkan, pelaku pasar cenderung merasa masih nyaman untuk memiliki saham Telkom sebagai portofolio saham mereka. Pasalnya, perseroan bertindak cepat ketika satelit miliknya rusak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain merespon cepat gangguan satelitnya, kinerja keuangan perseroan pada semester I 2017 juga menjadi pertimbangan pelaku pasar untuk tidak melakukan aksi jual secara masif saham Telkom.
"Jadi, karena kinerja saja. Telkom juga dianggap perusahaan terbesar untuk telekomunikasi, bisnisnya dari hulu sampai hilir," papar Kiswoyo.
Namun demikian, ia memperkirakan, harga saham Telkom masih bisa bergerak fluktuatif ke depan. Hal ini akan terus terjadi hingga satelit Telkom-1 dapat pulih kembali.
Bila dicermati, harga saham Telkom sebenarnya terus melemah sejak tanggal 24 Agustus 2017. Pada perdagangan sebelumnya, harga saham perseroan berhasil mencapai puncaknya di level Rp4.800 per saham.
Kemudian, harganya langsung terkoreksi ke level Rp4.780 per saham dan belum berhasil bangkit (rebound) hingga saat ini. Terhitung, harga saham Telkom terkoreksi 1,04 sejak 23 Agustus 2017 hingga penutupan sore ini.