Gangguan Satelit, Harga Saham Telkom Terkoreksi 20 Poin

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Senin, 28/08/2017 18:02 WIB
Harga saham Telkom ditutup di level Rp4.750 per saham. Angka tersebut turun 20 poin atau 0,42 persen setelah bergerak di rentang Rp4.720 - Rp4.770 per saham. Harga saham Telkom ditutup di level Rp4.750 per saham. Angka tersebut turun 20 poin atau 0,42 persen setelah bergerak di rentang Rp4.720 - Rp4.770 per saham. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk terpantau melemah tipis pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (28/8). Pemberitaan kerusakan satelit Telkom-1 milik Telkom agaknya sedikit memengaruhi.

Pantauan CNNIndonesia.com, harga saham emiten berkode TLKM itu ditutup di level Rp4.750 per saham. Angka tersebut turun 20 poin atau 0,42 persen setelah bergerak dalam rentang Rp4.720 - Rp4.770 per saham.

Namun, menurut Analis Recapital Sekuritas Kiswoyo Adi Joe menyebutkan, pelaku pasar cenderung merasa masih nyaman untuk memiliki saham Telkom sebagai portofolio saham mereka. Pasalnya, perseroan bertindak cepat ketika satelit miliknya rusak.


"Telkom juga sedang berusaha memulihkan satelitnya. Selain itu, satelit juga ada asuransinya, jadi tidak terlalu merugikan," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (28/8).

Selain merespon cepat gangguan satelitnya, kinerja keuangan perseroan pada semester I 2017 juga menjadi pertimbangan pelaku pasar untuk tidak melakukan aksi jual secara masif saham Telkom.

Bila dilihat, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp12,1 triliun atau naik 21,94 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp9,92 triliun.

Laba bersih naik karena perusahaan berhasil mencatat kenaikan penjualannya sebesar 13,41 persen dari Rp56,45 triliun menjadi Rp64,02 triliun.

"Jadi, karena kinerja saja. Telkom juga dianggap perusahaan terbesar untuk telekomunikasi, bisnisnya dari hulu sampai hilir," papar Kiswoyo.

Namun demikian, ia memperkirakan, harga saham Telkom masih bisa bergerak fluktuatif ke depan. Hal ini akan terus terjadi hingga satelit Telkom-1 dapat pulih kembali.

"Turun, tapi level support-nya bisa tertahan di Rp4.700 per saham," imbuh Kiswoyo.

Bila dicermati, harga saham Telkom sebenarnya terus melemah sejak tanggal 24 Agustus 2017. Pada perdagangan sebelumnya, harga saham perseroan berhasil mencapai puncaknya di level Rp4.800 per saham.

Kemudian, harganya langsung terkoreksi ke level Rp4.780 per saham dan belum berhasil bangkit (rebound) hingga saat ini. Terhitung, harga saham Telkom terkoreksi 1,04 sejak 23 Agustus 2017 hingga penutupan sore ini.