Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan, aksi itu dilakukan pasar setelah indeks mencapai rekor tertingginya pada akhir pekan lalu di level 5.915.
"Masih terbatasnya volume beli membuat laju IHSG masih terlihat sulit untuk bertahan di zona hijau," terang Reza dalam risetnya, dikutip Selasa (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan pelemahan dapat kembali terbatas agar IHSG menemukan kembali momentumnya untuk naik," sambung Reza.
Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya menyebut, IHSG masih menguji rentang konsolidasinya untuk membentuk kekuatan atau level barunya.
Kemudian, IHSG juga akan dipengaruhi oleh harga komoditas yang sedang berfluktuasi. Menurut William, IHSG akan berada dalam rentang support 5.823 dan resistance 5.945.
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 12,02 poin (0,2 persen) ke level 5.903 setelah bergerak di antara 5.890-5.914. Untungnya, nilai tukar rupiah menguat 4 poin (0,03 persen) di Rp13.340 per dolar AS.
Sementara itu, bursa saham Wall Streat bergerak bervariasi tadi malam. Dow Jones turun 0,02 persen, sedangkan S&P500 dan Nasdaq masing-masing menguat 0,05 persen dan 0,28 persen.