Tak tanggung-tanggung, perseroan bahkan menargetkan membuka hingga 200 jaringan gerai baru. Kondisi ini berbanding terbalik dengan peritel-peritel lain yang terpaksa melakukan efisiensi. Yang terbaru, yakni Ramayana, yang menutup delapan gerainya.
Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa Fetty Kwartati mengatakan, perseroan belum menerapkan model bisnis baru dalam menghadapi persaingan bisnis dengan peritel online serta maraknya upaya efisiensi jaringan yang dilakukan para perusahaan ritel konvensional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ramayana Tutup Delapan Gerai Karena Merugi |
Namun, perseroan memang akan lebih memperkuat segmen bisnis non-food and beverage (F&B). Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 13 persen, seiring ekspansi penambahan 200 gerai baru.
Menurut Fetty, selama ini, kontribusi segmen non-F&B memang jauh lebih besar bagi bisnis perusahaan. Makanya, target membuka 200 gerai baru akan fokus ke produk-produk di luar makanan dan minuman.
Pun demikian, perseroan tak berencana ekspansi ke merek-merek baru. Perseroan masih akan fokus pada brand-brand yang sudah ada. "Pengembangan non-F&B tahun ini di bidang sport dan fashion," katanya.
Sementara, di segmen fesyen, perusahaan ini akan menambah gerai-gerai dengan brand Inditex, seperti Zara, Pull & Bear, Berskha dan lainnya.
Perseroan juga tetap mengembangkan pasar F&B dengan menambah 60 gerai baru. Antara lain Starbucks, Pizza Express, Krispy Kreme dan Coldstone Creamery.