Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengungkapkan, kondisi itu membuat perusahaan memutar otak untuk menarik minat masyarakat beralih menggunakan uang elektronik.
"Sudah dua kali kami memberikan diskon saat mudik idul fitri dan idul adha. Untuk Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) 36 persen, kalau seluruh Indonesia 33 persen, dan kemarin naiknya hanya 2 persen," ujarnya, Selasa (5/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gardu manual 60 persen, gardu otomatis 40 persen. Nah, yang 60 persen dimodifikasi dan masih berjalan terus," terang Desi.
"Nah nanti suatu saat Kuningan," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, perusahaan akan bekerja sama dengan perbankan untuk menjual uang elektronik secara rutin di seluruh Gerbang Tol. Saat ini, proses isi ulang (top up) dapat dilakukan pada GT Cibubur 1 (gardu 2) dan GT Cibubur 2 (gardu 9).
Sementara itu, untuk proses isi ulang dengan menggunakan mesin electronic data capture (EDC) sudah dapat dilakukan di seluruh gerbang tol.
Seperti diketahui, uang elektronik yang dapat digunakan saat ini, yaitu e-Toll dan e-Money dari Bank Mandiri, Brizzi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), TapCash (Bank Negara Indonesia (BNI), dan Blink dari Bank Tabungan Negara (BTN).