"Pembicaraan Bank Indonesia dengan perbankan, dan badan usaha jalan tol itu sudah selesai. Tinggal kami keluarkan dalam bentuk penegasan," tutur Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta Convention Center, Rabu (6/9).
Pengenaan biaya tersebut dilakukan untuk memberikan insentif pada bank guna memperbanyak infrastruktur pembayaran uang elektronik. Hal itu sejalan dengan peralihan pembayaran transaksi tol dari tunai ke nontunai pada Oktober mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso mengungkapkan, ketentuan mengenai top up uang elektronik memang sudah dalam tahap finalisasi. Terkait besarannya, sama seperti pemberitaan sebelumnya, berkisar Rp1.500 hingga Rp2.000 per transaksi top up.
"Parkir saja sekarang biayanya sudah berapa," jelasnya.
Sampai saat ini, BCA telah menerbitkan sekitar 12 juta keping uang elektronik yang dikenal dengan nama Flazz.