Fatty alcohol merupakan produk turunan dari minyak nabati dan produksinya bisa dilakukan usai perusahaan itu meresmikan pabrik olechemical pertamanya di Dumai, Riau.
Deputy CEO Sinarmas Cepsa Jose Maria Solana menuturkan, saat ini kebutuhan fatty alcohol dunia mencapai 3 juta ton per tahunnya. Sementara itu, melalui pabrik barunya, perusahaan bisa memproduksi 160 ribu fatty alcohol per tahun. Dengan kata lain, perusahaan bisa berkontribusi 5,33 persen ke pasar dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, seluruh fatty alcohol ini akan dijual secara global melalui tim pemasaran yang berpusat di Eropa dan Singapura. Selain itu, produk ini juga akan disalurkan sebagai bahan baku pabrik sulfonasi di Jerman yang sebelumnya telah diakuisisi Sinarmas Cepsa dari Gemini Holding AG di tahun 2015 silam.
CEO Sinarmas Cepsa Kung Chee Wan menambahkan, pabrik sulfinasi itu nantinya akan memproses fatty alcohol menjadi produk turunan seperti deterjen dan shampoo yang nantinya akan dipasarkan di Eropa Barat dan Eropa Timur. Karena sudah dapat kontrak, maka perusahaan tak ragu mencari pembeli dan bisa mudah menggapai pangsa pasar yang diinginkan.
"Ini merupakan sinergi yang baik, di mana Sinarmas selama ini merupakan produsen minyak kelap sawit dan CEPSA merupakan pemain utama untuk produk surfaktan," jelas Kung.