Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, dua dari empat emiten itu masih memiliki peluang untuk selamat setelah diberikan peringatan oleh Bursa. Pasalnya, BEI bersedia memberikan waktu lebih untuk emiten yang masih berupaya melakukan kewajibannya.
"Kami sudah bilang, Anda mau bereskan ini tidak? Kalau perusahaan itu bilang kasih waktu, kami akan berkomitmen, kami ikutin lah," ucap Tito, Kamis (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mau bilang, karena ada investor mayoritas, kasian," sambung Tito.
Ia menambahkan, dua emiten yang telah diberikan peringatan itu akan menghadap BEI pekan depan. Yang pasti, kata Tito, emiten yang memiliki potensi force delisting ini tidak memiliki niat baik untuk menunaikan kewajibannya bila dibandingkan dengan emiten lain yang juga belum mengumpulkan laporan keuangan.
Beberapa emiten tersebut, misalnya PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA).
Empat emiten tersebut, diantaranya PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW), dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI).