Mengenal Sistem Jalan 4-Layer Meikarta

CNN Indonesia , CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 10:13 WIB
Mengenal Sistem Jalan 4-Layer Meikarta Setiap layer di jalanan Meikarta memiliki fungsi masing-masing untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan publik. (Dok. Meikarta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai kota terpadu berskala internasional, Meikarta tak hanya menawarkan permukiman modern namun juga inovasi. Salah satu inovasi yang terdepan adalah menciptakan jaringan jalan dengan sistem baru yang belum pernah ada di dunia, 4-layer road.

Dalam sistem tersebut, layer terbawah digunakan untuk kendaraan yang hanya lewat tanpa berhenti dan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung. Jalan ini didesain untuk kendaraan besar seperti truk dan bus.

Layer kedua akan digunakan khusus untuk kendaraan bermotor para penghuni Meikarta, yang dilengkapi juga dengan lahan parkir. Layer ini memang khusus diciptakan untuk menjaga privasi sekaligus keamanan berkendara bagi penghuni Meikarta.

Selanjutnya layer ketiga diperuntukkan bagi kendaraan pengunjung yang hendak memanfaatkan berbagai fasilitas di Meikarta. Pasalnya, Meikarta akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas menyenangkan seperti pusat perbelanjaan, bioskop, cafe, taman, danau, pusat kebugaran, hingga tempat ibadah bagi semua agama.

Terakhir, layer keempat dikhususkan untuk para pejalan kaki, yang sekaligus menghubungkan 278 menara di Meikarta. Dengan begitu, tak perlu ada tambahan trotoar di jalanan Meikarta. Maka pengendara selain tak perlu takut menyerempet trotoar, pejalan kaki pun tak perlu takut terserempet kendaraan bermotor seperti yang kerap terjadi selama ini.

Secara keseluruhan, jalan-jalan di Meikarta dibagun berdasarkan grid system seperti di New York. Sistem ini mengatur agar para pengendara bisa memilih berbagai rute untuk menuju sebuah tempat. Untuk menghindari kemacetan dan tabrakan, rute dibagi berdasarkan kecepatan tinggi, sedang, dan rendah.

Jalanan di Meikarta juga didesain agar para pengendara memiliki pemandangan luas dan bisa melihat situasi lalu lintas di segala arah. Mereka juga bisa lebih rileks karena lingkungan yang serba hijau, mengingat Meikarta mengusung konsep hijau.

Perancang Meikarta menciptakan sistem tersebut karena belajar dari tingginya angka kecelakaan di jalan konvensional. Ini juga sejalan dengan harapan penghuni yang menginginkan keamanan, kenyamanan serta jalan yang berkualitas. Dalam banyak kasus, banyak pembeli hunian baru yang juga merasa tertipu karena buruknya kualitas jalan.

Penerapan teknologi canggih antimaling kendaraan juga tak dilupakan oleh perancang kota terpadu yang berlokasi di Cikarang itu. Ini mengingat pencurian kendaraan bermotor belakangan ini makin merajalela dan mengkhawatirkan. Para pelaku tak segan menggunakan kekerasan untuk merampas mobil atau menghadapi kejaran petugas keamanan. Di Meikarta, mereka tak akan berkutik.