Bos Lippo Sebut Tak Ada Lobi ke Pemerintah untuk Meikarta

Dinda Audriene , CNN Indonesia | Kamis, 17/08/2017 19:11 WIB
Bos Lippo Sebut Tak Ada Lobi ke Pemerintah untuk Meikarta Berbagai proyek infrastruktur yang berada di kawasan Cikarang-Jawa Barat akan menjadi nilai tambah bagi megaproyek perusahaan, Meikarta. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Grup Lippo James Riady menyatakan, proyek infrastruktur yang berada di kawasan Cikarang-Jawa Barat akan menjadi nilai tambah bagi proyek properti perusahaan, Meikarta.

Kendati sempat diterpa berbagai isu miring, ia menyatakan pihaknya tidak melakukan sesuatu yang bersifat bantuan untuk memuluskan keberlangsungan proyek infrastruktur pemerintah tersebut.

"Enggak (tidak ada lobi). Kami fokus pada Meikarta," ungkap James, Kamis (17/8).

Beberapa infrastruktur yang dimaksud James, seperti kereta cepat Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban, Cikampek Elevated Highway, Bandara Kertajati, Monorail, dan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).


Secara keseluruhan, proyek Meikarta diperkirakan menelan dana hingga Rp278 triliun. CEO Meikarta Ketut Budi Wijaya menerangkan, untuk tahap awal dana investasi berasal dari internal.

"Tahap pertama tentu dari Lippo, nanti akan kami cari dari luar baik dari utang dan pinjaman," ucap Ketut.

Namun, manajemen enggan menyebut nilai investasi dari tahap pertama tersebut. Sementara, untuk pemesanan sendiri tercatat sudah mencapai hampir 100 ribu unit apartemen.

Sementara, Ketut mengaku, pihaknya juga akan bekerja sama dengan perusahaan hotel Internasional untuk mengelola hotel di Meikarta. Sebelumnya, manajemen Meikarta telah menandatangani Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent/LoI) dengan Langham Hospitality Group.

Nantinya, ada dua hotel yang dikelola oleh Langham, yakni satu hotel supermewah yang mengusung nama Langham dan satu hotel bintang lima bertajuk Cordis.

"Kemarin sudah kerja sama dengan Langham, nanti ada juga seperti Hyatt, kami undang semua," kata Ketut.

Adapun, Grup Lippo akan menjadikan Meikarta seperti kota baru dengan skala internasional. Perusahaan akan membangun beberapa gedung selain apartemen, yakni tujuh pusat perbelanjaan dan rumah sakit internasional.

Selain itu, Meikarta juga akan dilengkapi dengan pusat keuangan internasional, 10 hotel internasional, perpusatakaan nasional, 100 SD, dan 50 SMP/SMA. (gir/gir)