Menhub: Tol Trans Jawa Harus Akomodasi Pedagang Lokal

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Minggu, 24/09/2017 04:21 WIB
Menhub: Tol Trans Jawa Harus Akomodasi Pedagang Lokal Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengoperasian jalan tol Trans Jawa nantinya tidak boleh mematikan produk lokal yang selama ini sudah dikenal luas dan dijajakan oleh pedagang sekitar.

Budi Karya menuturkan instruksinya itu sebagai tindak lanjut pernyataan Presiden Joko Widodo yang berpesan agar potensi ekonomi di sepanjang tol harus tetap hidup.

"Presiden berpesan agar jangan sampai satai di Pemalang digusur. Harus mendapatkan tempat di pinggir jalan tol agar orang yang lewat jalan tol tetap bisa makan satai Pemalang yang enak," ujar Budi Karya saat diskusi dengan warga di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (23/9) seperti dilansir dari Antara.


"Kalau lewat ke Brebes tetap bisa makan telur asin dan lewat Tegal tetap bisa beli kain batik," imbuhnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah harus menyikapi beroperasinya jalan tol Trans Jawa dengan mendorong potensi ekonomi di daerah agar bisa dipasarkan di tempat istirarat (rest area) yang berada di di sejumlah titik lintasan jalan tol.

Budi Karya juga meminta agar operator atau perusahaan jalan tol memberikan kesempatan kepada produk lokal untuk bisa mengisi rest area dengan produk-produk lokal.

"Jual bahan pangan atau telur harus melibatkan semua rakyat," katanya.

Budi Karya memastikan pada Lebaran 2019, Jakarta dan Surabaya akan terhubung dengan jalan tol sehingga bisa memperlancar arus mudik dan balik.

Di hadapan ribuan warga yang sebagian besar dari Pemalang, Budi Karya menjelaskan sejumlah program pemerintah yang saat terus dikerjakan antara lain program tol laut, bandara, pelabuan, dan kereta api.

"Kalau kita lihat di Jakarta, bandara tidak kalah dengan negara lain. Jalan tol dibangun di mana-mana. Kita harus menjadi bangsa yang optimistis dan harus menjadi bangsa pemenang," katanya.
Kepada warga, Budi Karya mengatakan pemerintah akan segera membangun Bandara Wirasaba di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, untuk meningkatkan kelancaran transportasi udara.

Jika bandara yang mulai dibangun akhir 2017 dengan biaya Rp300 miliar itu jadi, maka warga Jawa Tengah bagian barat tidak perlu ke Semarang jika ingin naik pesawat.

"Banyak maskapai mau pakai Bandara Wirasaba. Mereka siap terbang dari Wirasaba jika nanti sudah selesai," kata Budi Karya.
(wis)