Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Gigih Prakoso menjelaskan, pihaknya berencana mengambil alih kepemilikan sekitar 75 persen pada perusahaan patungan tersebut. Kendati demikian, Gigih belum bisa membagi angka investasi yang dibutuhkan kedua perusahaan pelat merah itu untuk membangun pabrik.
"Sisanya, Inalum 25 persen. Tapi hasil produksi bahan baku itu nanti untuk Inalum semua," ujar Gigih di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jumat (29/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang kami percepat supaya bisa langsung tahap kontruksi. Sore ini kami tuntaskan," kata Gigih.
Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku, rencana pembentukan perusahaan patungan ini sebenarnya sudah bergulir sejak tiga tahun lalu. Untuk itu, ia pun memberikan dukungan penuh terhadap kerja sama yang melibatkan dua BUMN tersebut.