Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Gatot Trihargo menuturkan, proyek tersebut tak hanya mencakup pengembangan objek wisata, tetapi juga kawasan real estate dan pembangunan infrastruktur, yakni pelabuhan, kereta api, dan bandara.
"Ini nanti akan kami ajukan proposalnya ke CDB tahun depan. Selain CDB, kami juga akan tawarkan ke investor lainnya," ujar Gatot kepada CNNINdonesia.com, Jumat (6/10).
Gatot menjelaskan, sebagian proyek tersebut awalnya adalah proyek infrastruktur yang ingin dibangun oleh pemerintah. Namun, pemerintah mengalami keterbatasan anggaran. Untuk itu, pembangunan kereta dan infrasturktur lainnya tersebut dipaketkan bersama dengan proyek industri pariwisata dan perhotelan, serta pembangunan infrastruktur lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek tersebut, menurut dia, akan melibatkan sejumlah BUMN, mulai dari Angkasa Pura I, KAI, hingga PTPN XIV yang memiliki 40 ribu ha lahan di kawasan tersebut. Selain itu, ada pula Pelindo III terkait proyek pelabuhan dan PT PLN yang juga berencana membangun pembangkit di wilayah tersebut.
"HIN (Hotel Indonesia Natour) juga akan kami libatkan, semakin banyak semakin baik," jelas dia.
Pemerintah mulai gencar menawarkan destinasi wisata kepada investor di dalam negeri maupun luar negeri sejak tahun ini. Adapun destinasi wisata yang ditawarkan, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu & Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur) serta 2 kawasan pariwisata terpadu di Sumatera Barat yakni Mandeh dan Gunung Padang. (agi)