Bhima memproyeksikan LDR di akhir tahun akan ada di kisaran 89 hingga 90 persen. Proyeksi itu lebih rendah dibandingkan posisi tahun lalu yang ada di kisaran 90,7 persen. Per akhir Agustus 2017, LDR perbankan tercatat 89,17 persen, juga lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun lalu, 90,04 persen.
"Dengan pertumbuhan kredit di kisaran 8 hingga 9 persen sampai akhir tahun ini masih ada ruang untuk menjadi likuiditas," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, dari sisi DPK bakal ada kecenderungan menurun hingga akhir tahun.
"Biasanya akhir tahun ada penarikan dana untuk libur dana dan tahun baru. Karena bersifat seasonal bank biasanya sudah mengantisipasi," ujanrya.
Dalam hal ini, kebijakan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/ The Fed) dan normalisasi neraca AS. Berdasarkan data tenaga kerja dan inflasi AS, nampaknya The Fed bakal kembali mengerek suku bunga acuannya sekali di akhir tahun.
Selain itu, ada potensi pengetatan kebijakan moneter bank sentral Eropa dan Jepang yang bisa menarik aliran modal dari negara berkembang.
"Dikhawatirkan terjadi capital reversal dari negara berkembang ke negara maju," ujarnya.
Senada dengan Bhima, ekonom PT Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro juga melihat tahun ini likuiditas perbankan bakal lebih longgar dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh penyaluran kredit yang melambat dibarengi dengan pertumbuhan DPK yang lebih kencang.
"Likuiditas masih longgar sampai akhir tahun," ujar Andry.