"Jadi secara khusus Bu Menteri mengatakan untuk kepada IKM diberikan layanan yang spesifik kepada mereka dengan cara kami memenuhi kebutuhan mereka," ungkap Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi, Rabu (8/11).
Sri Mulyani menurut dia, meminta DJBC untuk pro aktif dan bertanya langsung pada pelaku IKM terkait kebutuhan mereka. Salah satunya, terkait impor barang yang dibutuhkan pelaku IKM.
"Nanti akan kami tawarkan dengan beberapa opsi, sehingga barang-barang terutama bahan baku yang selama ini dari impor borongan bisa dilakukan legal dari sentra logistik," sambung Heru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam arahannya (Sri Mulyani) meminta DJBC untuk bersinergi lebih kuat dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP)," terang Heru.
Selanjutnya, DJBC juga diminta mengawasi impor dan cukai berisiko tinggi lebih ketat lagi dan menguatkan organisasinya. Intinya, DJBC diharapkan Sri Mulyani menjadi lembaga yang kuat dengan mengemban empat fungsi utamanya.
"Fungsinya, pelayanan kepada industri dan perdagangan, pengawasan, dan fungsi penerimaan," pungkas Heru. (agi)