Dalam rencana kebijakannya, pemerintah dan PLN akan menghapus golongan listrik 900 voltampere (VA) bersubsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA, dan 4.400 VA. Lalu, menyeragamkannya ke golongan 5.500 VA. Namun, dipastikan untuk golongan bersubsidi dengan kapasitas listrik 450 VA dan 900 VA tetap ada.
Bersamaan dengan itu, ia memastikan bahwa seluruh tanggungan pergantian instalansi berupa komponen Miniature Circuit Breaker (MCB) pada tiap bangunan akan ditanggung oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Jonan masih enggan berbagi hitungan kasar mengenai dana yang dibutuhkan PLN untuk menjalankan kebijakan tersebut. Sebab, semua hal yang berkaitan dengan kebijakan ini masih terus didiskusikan pemerintah bersama dengan seluruh pihak terkait.
"Seperti yang tadi saya bilang, ini semua masih dibicarakan," tegasnya.
Demi Kompor dan Mobil Listrik
Jonan berharap, masyarakat mendukung rencana kebijakan pemerintah dengan perusahaan setrum nasional itu. Sebab, tujuannya untuk menambah akses listrik masyarakat.
Sehingga, nantinya bila penggunaan alat dengan kekuatan listrik itu efektif dijalankan, masyarakat punya pasokan daya listrik yang memadai untuk mengisi ulang seluruh alat tersebut.
"Nanti kan ada motor listrik, mobil listrik, kompor listrik. Nanti kan jadi tidak perlu pakai LPG yang harus digotong-gotong, jadi tidak ganti-ganti tabung," imbuh mantan Menteri Perhubungan itu.
Sehingga, pasokan listrik yang banyak itu diharapkan mampu diserap oleh masyarakat dengan turut dibukanya akses listrik yang lebih besar.
"Jumlah kapasitas daya listrik naik terus. Sekarang belum seberapa tapi nanti 2019-2025 paling kurang ada penambahan 40 ribu MW. Nah, 40 ribu MW ini mau diberikan ke siapa? Apakah untuk industri atau dunia usaha saja, kan bukan, untuk masyarakat juga," pungkasnya. (bir)