Jangan Mau 'Dipaksa' Naik ke Golongan Listrik 5.500 VA

Yuli Yanna Fauzie , CNN Indonesia | Selasa, 14/11/2017 20:22 WIB
Jangan Mau 'Dipaksa' Naik ke Golongan Listrik 5.500 VA Kementerian ESDM mengisyaratkan tidak akan memaksa masyarakat yang enggan menaikkan golongan listrik rumah tangga dari yang digunakan saat ini. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengisyaratkan tidak akan memaksa masyarakat yang tak ingin menaikkan golongan listrik rumah tangga ke 5.500 VA dari daya yang digunakan saat ini.

Adapun, lima golongan yang akan dihapuskan, yaitu 900 voltampere (VA) nonsubsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA, dan 4.400 VA. Namun, dipastikan golongan bersubsidi dengan kapasitas listrik 450 VA dan 900 VA subsidi bakal tetap ada.

Artinya, bila masyarakat tak ingin mengubahnya, Jonan tidak masalah. "Kalau tidak mau tidak apa-apa kok," ujarnya di Kementerian ESDM, Selasa (14/11).

Sebab, menurutnya, rencana kebijakan ini untuk memberikan akses listrik yang lebih besar kepada masyarakat. Selain itu, Jonan juga mendapat laporan bahwa selama ini masyarakat kerap terbebani dengan biaya perubahan golongan listrik, sehingga kebijakan ini diharapkan justru bisa meringankan beban masyarakat. 

Pasalnya, PLN telah berkomitmen siap menanggung seluruh biaya pergantian instalansi berupa komponen Miniature Circuit Breaker (MCB) pada tiap bangunan rumah tangga.

"Kalau dulu kan peningkatan daya (masyarakat) sudah minta (ke PLN) agak lama, terus bayar pula. Bayarnya juga mahal, lebih tinggi ongkosnya bisa ratusan ribu sampai jutaan bergantung kapasitasnya. Sekarang tidak lagi," terang dia. 

Sementara, berdasarkan data di pusat layanan informasi pelanggan (customer service/CS) PLN, biaya peningkatan daya yang harus ditanggung masyarakat saat ini berbeda-beda untuk tiap golongan.

Asal tahu saja, untuk pelanggan golongan nonsubsidi 900 VA yang akan migrasi ke 5.500 VA membutuhkan biaya sebesar Rp4.457.400 untuk sekali pergantian tanpa dikenakan biaya tambahan lainnya.

Lalu, golongan 1.300 VA yang akan bermigrasi ke 5.500 VA akan dikenakan biaya sebesar Rp4.069.800, golongan 2.200 VA ke 5.500 VA sebesar Rp3.197.700, golongan 3.500 VA ke 5.500 VA Rp1.938.000, dan golongan 4.400 VA ke 5.500 VA Rp1.065.900.

Nilai tambah dari kebijakan ini yang juga menguntungkan masyarakat adalah tarif dasar listrik (TDL) dipastikan tak akan berubah, meski masyarakat yang sebelumnya bergolongan 900 VA nonsubsidi berubah menjadi golongan 5.500 VA.

Saat ini, tarif listrik untuk golongan 900 VA nonsubsidi tetap di angka Rp1.352 per kWh. Sedangkan golongan 1.300 VA sampai 4.400 VA tetap akan sama pula tarifnya di angka Rp1.467,28 per kWh.

"Tetap digunakan tarif yang 900 VA (untuk golongan 900 VA nonsubsidi). Kalau yang 1.300 VA sampai 4.400 VA dinaikkan ke 5.500 VA, itu tarifnya sama. Kalau abonemen minimum pakai yang mana? Ya pakai yang 1.300 VA. Jadi, tambah dayanya, tapi tidak ada pembayaran sama sekali," jelasnya.

Jonan bilang, nantinya bila kajian, sosialisasi, Forum Group Discussion (FGD), hingga pemungutan suara (polling) terkait respon masyarakat telah diperoleh, maka ia akan segera menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) untuk kebijakan ini.

Sayangnya, Jonan masih enggan merinci lebih jauh rencana ini. Pasalnya, rencana aturan main masih terus digodok bersama PLN. Namun, bila telah matang, tentu akan segera dipaparkan ke publik. (bir)
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Sengat Penyederhanaan Golongan Listrik