Gaji Pekerja Indonesia Disebut Setara dengan Malaysia

Lavinda, CNN Indonesia | Kamis, 23/11/2017 11:10 WIB
Gaji Pekerja Indonesia Disebut Setara dengan Malaysia Penghasilan pekerja di Indonesia berada di peringkat kedua tertinggi di antara negara-negara di ASEAN, di bawah Singapura dan berkejaran dengan Malaysia. (REUTERS/Garry Lotulung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan spesialis rekrutmen Robert Walters Indonesia menyebut, rerata penghasilan pekerja di Indonesia berada di peringkat kedua tertinggi di antara negara-negara di Asia Tenggara, berkejaran dengan Malaysia yang juga memiliki penghasilan pekerja yang setara.

Country Manager Robert Walters Indonesia Rob Bryson mengungkapkan, pasar lapangan kerja di Asia Tenggara tercatat aktif sepanjang 2017, terlepas dari kondisi ekonomi beragam yang dihadapi.

"Secara regional, rerata penghasilan Indonesia berada di level dua atau tiga tertinggi di antara negara regional lain. Singapura nomor satu, peringkat kedua mix antara Malaysia dan Indonesia," ujar Rob dalam presentasi survei gaji tahunan terbaru di Jakarta, Rabu (22/11).

Dia menilai, level pekerja Indonesia relatif tinggi dalam hal keahlian dibandingkan Vietnam, Thailand, dan Filipina, sehingga apresiasi penghasilan tahunan pun tinggi.


Jika dibandingkan, penghasilan pekerja di singapura dari sektor yang sama tercatat lebih tinggi sekitar dua kali lipat dibandingkan penghasilan di Indonesia. Di Malaysia, gaji pekerja relatif sama dengan Indonesia, sedangkan dengan Vietnam, Thailand dan Filipina, gaji pekerja Indonesia lebih tinggi 20-40 persen.

Di sisi lain, jumlah pasokan tenaga kerja ahli di Indonesia lebih rendah dari pada permintaan di sejumlah sektor. Kesenjangan ketersediaan pekerja ahli menyebabkan tingkat kenaikan gaji di Indonesia lebih besar dibandingkan negara lain, terutama ketika pindah ke perusahaan baru.

"Soal peningkatan gaji, Indonesia tercatat nomor dua tertinggi di regional. Vietnam nomor satu, setelahnya Thailand, Filipina, Malaysia, baru Singapura. Setiap negara ingin mengejar Singapura, tapi butuh beberapa tahun lagi," sebut Rob.

Survei Robert Walters edisi ke-19 ini menunjukkan prediksi optimis pada 2018 bahwa prospek ekonomi yang kuat di kawasan Asia Tenggara, digitalisasi yang berkelanjutan, dan perluasan pasar yang stabil akan mendorong pertumbuhan gaji di kawasan tersebut pada tahun depan.

Kandidat lokal dengan keterampilan teknis yang kuat, khususnya di bidang teknologi informasi, dan pengalaman internasional dianggap akan sangat diminati perusahaan.

Sebelumnya diungkapkan, peningkatan kebutuhan tenaga kerja terjadi di beberapa sektor, terutama sektor teknologi informasi, distribusi, dan logistik. Lebih rinci, industri teknologi informasi, khususnya teknologi finansial, menjadi sektor yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja di Indonesia.

Di sektor TI, permintaan akan kandidat teknologi yang kreatif serta data scientist dengan kemampuan mengolah big data dan kemampuan komunikasi yang efektif dengan pemangku kepentingan akan terus berlanjut. (agi/agi)