"Saya sampaikan concern (perhatian) serius Indonesia terhadap kampanye hitam yang masih berlangsung dan meminta dukungan Denmark terhadap negosiasi European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement," tutur Jokowi di Bogor, Selasa (28/11).
Indonesia beserta beberapa negara produsen sawit lainnya, seperti Malaysia, Thailand, Guatemala, dan Kolombia menjadi korban kampanye hitam produk kelapa sawit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu berakibat merugikan negara produsen dan berdampak pada perekonomian nasional. Tekanan berasal dari berbagai negara maju dan aturan tarif dan nontarif yang ditetapkan pemerintah pengguna sawit.
Kampanye itu disebut bertolak belakang dengan komitmen negara penghasil minyak sawit untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia paham betul mengenai pentingnya memproduksi kelapa sawit secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan aspek lingkungan.
Selain itu, kedua negara juga menyepakati sejumlah kesepakatan salah satunya bidang kemaritiman melalui pemberantasan penangkapan ilegal (Ilegal, Unreported, dan Unregulated/IUU Fishing) serta terhadap acara Our Ocean Conference di Indonesia tahun depan.
Energi terbarukan juga menjadi fokus pembahasan sebab menjadi target jangka panjang pemenuhan energi terbarukan serta konservasi dan pengembangan kerja sama di energi bayu. (bir)