"Yang kami antisipasi adalah musim cuaca extreme, dari sisi transportasi yang berpengaruh dan juga dari sisi suplai," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (4/11).
Adapun, peningkatan permintaan pada Desember yang bersifat musiman, menurut dia, sudah diantisipasi dengan baik. Ia pun berharap, antisipasi kenaikan harga di bawah koordinator Kementerian Perekonomian dapat terus terjaga dengan baik hingga tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Pusat Statistik (BPS) pagi ini melaporkan, inflasi bulanan November tercatat sebesar 0,2 persen. Inflasi tahun kalender tercatat 2,87 persen dan inflasi tahunan 3,3 persen.
Selain itu, ada pula pengaruh inflasi dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau karena kenaikan harga mie dan rokok kretek filter. Lalu, dipengaruhi pula oleh inflasi kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan kenaikan harga bahan bakar jenis Pertamax.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan, inflasi hingga akhir tahun akan berada di kisaran 3,1 persen (year on year/yoy). (bir)