"Inti pertemuan ini adalah sudah dua tahun ada komitmen di Paris Agreement. Ini jangan jadi komitmen saja. Harus ada action-nya, dan Indonesia sudah banyak yang dilakukan," ujar Jonan di Kedutaan Besar Indonesia di Paris, Perancis, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (12/12).
Jonan mengungkapkan, selama dua tahun Indonesia berkomitmen, Indonesia telah melalui berbagai hal untuk memenuhi komitmen Paris Agreement. Pertama, pada 32 Oktober 2016 lalu, Indonesia telah meratifikasi Paris Agreement dengan terbitnya Undang-undang Nomor 16 Tahun 2016. Indonesia juga telah meratifikasi konvensi internasional terkait lingkungan lainnya, misalnya Konvensi Minamata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia pun terus memamerkan kebijakan terkait perubahan iklim, dengan meningkatkan pengembangan energi terbarukan, pengelolaan hutan dan lahan, serta program Iklim di lingkungan rural dan urban. Hal itu, menurut dia, diharapkan menarik perhatian dunia internasional untuk meningkatkan investasi dan kerja sama pada kegiatan-kegiatan terkait proyek ramah lingkungan (green and climate project).
Dalam dua tahun, Indonesia berhasil mengurangi emisi CO2 dari sektor energi sebesar 46,31 juta ton, melampaui target 31 juta ton. "Untuk energi baru dan terbarukan, tahun ini saja setidaknya ada penandatanganan 68 kerja sama di sektor EBT. Total kapasitasnya sekitar 1.189 MW. Ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia," kata Jonan.
Lihat juga:Bappenas Kaji Tiga Kandidat Ibu Kota Baru RI |
Sebagai informasi, One Planet Summit adalah konferensi tingkat tinggi yang digagas oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg, 8 Juli 2017. Acara ini diselenggarakan Bersama oleh Pemerintah Perancis, PBB dan Bank Dunia.
Forum ini mengundang partisipasi negara-negara, organisasi-organisasi internasional dan entitas-entitas bisnis serta didukung oleh UNFCCC, OECD, Komisi Eropa, C40 Cities Group, dan Global Covenants of Mayors. (agi/bir)