Pernyataan itu disampaikan setelah ia mendengar kisah Afra, siswi SMA Negeri I Bandung, yang membantu orang tuanya menjual perlengkapan jenazah ketika libur sekolah.
“Ini produk yang pasarnya ada, jelas, tapi sering orang tak lirik. Ini saya senang,” kata Jokowi di Sabuga, Bandung, Senin (18/12).
Kepada Jokowi, Afra menceritakan, ia membantu orang tuanya menjual online perlengkapan jenazah seperti kain kafan, tikar pandan, kapur barus, dan permandian jenazah. Peti mati tak masuk dalam paket itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dulu enggak ada yang bisa buat saat itu. Tapi lama lama berkurang. Apa berkurang yang meninggal di sana,” guyon Jokowi.
Afra tak ragu, ia kini masih membutuhkan investor untuk memperluas usaha penjualan paket jenazah. Selain itu ia juga harus bekerja sama dengan masjid demi memperbesar jaringan.
Namun, Jokowi berpendapat lain. Menurutnya, Afra seharusnya bekerja sama dengan rumah sakit terlebih dahulu sebelum masjid.
“(Pihak) yang tahu meninggal kan rumah sakit. Tanya rumah sakit yang ada, siapa yang meninggal dan bagaimana kirim (perlengkapan jenazah) cepat,” saran pengusaha mebel ini. (lav)