Libur Akhir Tahun, Garuda Tambah 73 Ribu Kursi

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Senin, 18/12/2017 20:34 WIB
Libur Akhir Tahun, Garuda Tambah 73 Ribu Kursi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyiapkan tambahan sekitar 73 ribu kursi selama periode libur Natal dan tahun baru 2018. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Tangerang, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyiapkan tambahan sekitar 73 ribu kursi selama periode libur Natal dan tahun baru 2018. Penambahan kursi ini meliputi penerbangan domestik dan internasional.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengungkapkan, jumlah ini tak hanya akan dipenuhi oleh maskapai Garuda Indonesia saja, melainkan juga anak usahanya Citilink Indonesia.

"Kapasitas tambahan terdiri dari 22.758 kursi dari Garuda Indonesia dan 50.400 kursi layanan Citilink," ungkap Pahala, Senin (18/12).

Angka penambahan ini, lanjut Pahala, mencerminkan kenaikan hingga 20 persen bila dibandingkan dengan penambahan kursi oleh Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia tahun 2016.

Penambahan kursi periode libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 tersebut juga dibagi dalam beberapa rute penerbangan. Sebanyak 14 ribu lebih kursi dibagi dalam 50 frekuensi penerbangan ekstra untuk rute domestik dan internasional.

"Lalu delapan kursi tambahan yang dilayani melalui 58 frekuensi penerbangan menggunakan bigger aircraft di sejumlah rute domestik dan internasional," papar Pahala.

Kemudian, jumlah frekuensi penerbangan juga ikut ditambah menjadi 108 frekuensi dari Garuda Indonesia dan lebih dari 140 frekuensi penerbangan oleh Citilink Indonesia.

Seluruh penambahan frekuensi penerbangan dari Garuda Indonesia diperuntukan bagi penerbangan domestik dan internasional, seperti Jakarta-Denpasar pp, Jakarta-Medan pp, Surabaya-Denpasar pp, Medan-Gunung Sitoli pp, dan Jakarta-Osaka pp.

Sementara itu, penambahan dari Citilink sendiri bakal meliputi beberapa rute, seperti Jakarta-Malang pp, Jakarta-Yogyakarta pp, Jakarta-Semarang pp, Jakarta-Solo pp, Jakarta-Denpasar pp, dan Surabaya-Denpasar pp.

Permintaan Penerbangan ke Bali Turun

Pasca Gunung Agung mengalami erupsi bulan lalu, perusahaan mencatat adanya penurunan permintaan penerbangan ke Bali sekitar 10 persen hingga 15 persen untuk penerbangan internasional.

"Tentunya kami berharap kondisi yang di Bali ini tidak lama, sebenarnya kondisi di Bali baik-baik saja," ujar Pahala.

Sebagai perusahaan penerbangan, Garuda Indonesia juga terus memantau kondisi Gunung Agung dan terus berkoordinasi dengan transportasi jenis lain di Bali, sebagai bentuk antisipasi jika kembali terjadi erupsi.

Pahala menambahkan, ia berharap pemerintah bisa meyakinkan pemerintah luar negeri, khususnya China, bahwa Bali dapat dikatakan aman atau tidak berbahaya.

"Karena China ini merupakan pasar yang cukup besar dan saat ini terdapat travel warning dan kami harap ini bisa diperjuangkan," jelasnya. (lav/lav)