Jokowi mengatakan, pemantauan bahan pangan memang sudah rutin dilakukan. Hanya saja, saat ini situasi yang melanda Indonesia berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Apa pun harus kami antisipasi mengingat telah terjadi cuaca ekstrem di beberapa daerah, sehingga ketersediaan dan stabilitas harga pangan perlu mendapat perhatian yang serius, juga soal kelancaran distribusi logistik,” jelas Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (18/12).
Melengkapi ucapan Jokowi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, cuaca ekstrem mungkin akan menghambat ketersediaan bahan pangan seperti telur, beras, dan daging ayam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi menurut Darmin, inflasi ini akan kembali tertahan di bulan Januari mengingat musim panen akan tiba di bulan tersebut. Kalau pun cuaca ekstrem masih menerjang musim panen, pemerintah sudah punya antisipasi khusus.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman tidak mengelak jika komoditas telur menjadi perhatian khusus pemerintah. Menurut dia, sebetulnya suplai telur terbilang surplus. Hanya saja, ada beberapa pihak yang memainkan kondisi ini sebagai ajang spekulasi harga.
Meski begitu, ia mengklaim ketersediaan seluruh komoditas pangan tetap aman. “Untuk telur, nanti akan ada satuan tugas yang bekerja. Aman-aman saja, jadi tenang saja,” terangnya singkat.