Cuaca Ekstrem, Pemerintah Minta Bahan Pangan Dipantau

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 19/12/2017 08:38 WIB
Cuaca Ekstrem, Pemerintah Minta Bahan Pangan Dipantau Presiden Joko Widodo berharap cuaca ekstrem yang belakangan melanda Indonesia tidak mengganggu ketersediaan bahan pangan di dalam negeri. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo berharap cuaca ekstrem yang belakangan melanda Indonesia tidak mengganggu ketersediaan bahan pangan di dalam negeri. Oleh karenanya, ia mulai menginstruksikan jajarannya untuk memantau distribusi bahan pangan seluruh Indonesia.

Jokowi mengatakan, pemantauan bahan pangan memang sudah rutin dilakukan. Hanya saja, saat ini situasi yang melanda Indonesia berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Apa pun harus kami antisipasi mengingat telah terjadi cuaca ekstrem di beberapa daerah, sehingga ketersediaan dan stabilitas harga pangan perlu mendapat perhatian yang serius, juga soal kelancaran distribusi logistik,” jelas Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (18/12).

Melengkapi ucapan Jokowi, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, cuaca ekstrem mungkin akan menghambat ketersediaan bahan pangan seperti telur, beras, dan daging ayam.


Menurutnya, ini akan berdampak kepada kenaikan komponen inflasi bahan bergejolak (volatile food) di bulan Desember ini. Ada pun menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi volatile food di bulan lalu tercatat 0,38 persen secara bulanan (month to month).

Tetapi menurut Darmin, inflasi ini akan kembali tertahan di bulan Januari mengingat musim panen akan tiba di bulan tersebut. Kalau pun cuaca ekstrem masih menerjang musim panen, pemerintah sudah punya antisipasi khusus.

“Nanti Januari panen mulai, kalau panen waktu datang saat musim hujan (makanya) dryer, pengering itu harus disiapkan dan itu sudah kami bicarakan,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman tidak mengelak jika komoditas telur menjadi perhatian khusus pemerintah. Menurut dia, sebetulnya suplai telur terbilang surplus. Hanya saja, ada beberapa pihak yang memainkan kondisi ini sebagai ajang spekulasi harga.

Meski begitu, ia mengklaim ketersediaan seluruh komoditas pangan tetap aman. “Untuk telur, nanti akan ada satuan tugas yang bekerja. Aman-aman saja, jadi tenang saja,” terangnya singkat.
(lav/lav)